“AGAR PUASA BERKAH”

Spread the love


Oleh: Al-Ustadz Mahfudz Umri hafizhahullah Ta’aala

عن جابر بن عبدالله:] يومُ الجمُعةِ اثنَتا عشرةَ ساعةً لا يوجَدُ فيها عبدٌ مُسلمٌ، يَسألُ اللَّهَ شيئًا إلّا آتاهُ إيّاهُ فالتَمِسوها آخرَ ساعَةٍ بعدَ العَصرِ
الألباني (١٤٢٠ هـ)، صحيح النسائي ١٣٨٨ • صحيح • أخرجه أبو داود (١٠٤٨)، والنسائي (١٣٨٩) واللفظ له

Artinya Hari Jumat ada dua belas jam, tidaklah seorang hamba muslim terdapat di dalamnya lalu minta sesuatu kepada Allah kecuali akan dikabulkannya. Hendaklah waktu (mustajabah) tersebut setelah ashar.” (HR. Abu Daud dan an-Nasa’i dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

Ketika adzan maghrib tiba mana yang disegerakan buka puasa atau sholat maghrib ? Jawabannya adalah menyegerakan buka puasa (ta’jilul ifthar) baru sholat maghrib…

Bukankah sholat maghrib adalah wajib sementara segera buka puasa sunnah…? Jawabannya… ta’jilnya dengan kurma dan air setelah itu segera pergi ke Masjid untuk sholat maghrib kemudian baru makan makanan yg lain… sehingga bisa dilakukan semua keutamaan yang ada..

Perhatikan hadits-hadits berikut:

عن سهل بن سعد الساعدي:] أنَّ رَسولَ اللَّهِ ﷺ، قالَ: لا يَزالُ النّاسُ بخَيْرٍ ما عَجَّلُوا الفِطْرَ.
البخاري (٢٥٦ هـ)، صحيح البخاري ١٩٥٧ •

Artinya:” Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhori No. 1957)

Dalam riwayat yang lain ada tambahan:

فإنَّ اليَهودَ يؤخِّرونَ

Sesungguhnya Yahudi mengakhirkan buka puasa. (HR. Ibnu Majah dishahihan oleh: Syaikh Al Albani rahimahullah).

Bagaimana caranya? Berbuka dengan ruthob atau kurma atau air, Nabi Shallallaahu alaihi aasallam bersabda:

عن أنس بن مالك:] كان رسولُ اللهِ يُفطِرُ على رُطباتٍ قبل أن يصلي فإن لم يكن فعلى تمراتٍ، فإن لم تكن تمراتٌ حسا حسَواتٍ من ماءٍ
الألباني (١٤٢٠ هـ)، إرواء الغليل ٩٢٢ • حسن • أخرجه أبو داود (٢٣٥٦)، والترمذي (٦٩٦)، وأحمد (١٢٦٧٦)

Artinya : Adalah Rasulullaah Shallallaahu alaihi wasallam berbuka dengan ruthob (kurma basah) sebelum sholat (maghrib) jika tidak ada ruthob berbuka dengan kurma (kering) jika tidak ada maka beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud, at Tirmidzi dan Ahmad)

Dari hadits tersebut bisa kita pahami bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menyegerakan buka puasa dengan ruthob atau kurma atau dengan air baru sholat….

Kita siapkan di meja makan ruthob jika ada atau kurma dan air setelah itu segera ke Masjid sholat maghrib .. baru makan makanan yg lain…

Ayo kita rubah kebiasaan lama..ٌ. jangan terlambat sholat maghrib dengan alasan menyegerakan buka puasa…

Artikel ini disampaikan oleh DKM Masjid Riyadhus Shalihin
1 Ramadhan 1441H

Panitia Ramadhan dari DKM Masjid Riyadhus Shalihin juga mengajak Kaum Muslimin untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan Ramadhan 1441H.

Transfer ke Rekening :
Bank Muamalat, No. 3060006679
A/n. Andry Maulana
Konfirmasi via whatsapp/sms dengan format :
[Nama][Jumlah Donasi][Nama Bank]
Kirim ke nomer 0812-2853-844
(Semoga menjadi pemberat amal kebaikan di hari kiamat)

Tambahkan kode pada akhir nominal kiriman sbb :

  1. Berbagi Berbuka (Sahur) tambahkan 01
    Kegiatan berbagi buka puasa (sahur) untuk warga di sekitar lingkungan Masjid.
  2. Zakat Maal tambahkan 02
    Distribusi zakat untuk mustahiq disekitar lingkungan Masjid Riyadhus Shalihin
  3. Kajian online tambahkan 03
    Kajian SABAR (Sahur dan Berbuka Bersama) bersama RIYADH TV
  4. Sanlat Online tambahkan 04
    Kegiatan Pesantren Kilat secara online dipertengahan Ramadhan
  5. Khatam Al Quran Online tambahkan 05
    Kegiatan lomba untuk mengkhatamkan Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungan Masjid Riyadhus Shalihin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *